dikdak.umsida.ac.id — Mahasiswa Program Studi S2 Pendidikan Dasar Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) kembali menorehkan prestasi internasional.
Yanuar Kusumaningrum, mahasiswa S2 Pendidikan Dasar Umsida, berhasil meraih Juara 1 dalam Creativity Competition pada kegiatan Madani Global Inbound Mobility yang diselenggarakan oleh Universiti Malaya, Malaysia.
Kegiatan bertema Learning, Community, and Sustainability tersebut diikuti oleh mahasiswa dari beberapa negara, yaitu Indonesia, Malaysia, dan Filipina.
Program ini menjadi ruang pembelajaran global yang menekankan pentingnya kolaborasi lintas negara, penguatan wawasan internasional, serta kepedulian terhadap keberlanjutan dalam bidang pendidikan.
Ajang Pembelajaran Global Mahasiswa
Kaprodi S2 Pendidikan Dasar Umsida, Enik Setiyawati, menjelaskan bahwa Creativity Competition merupakan salah satu rangkaian kegiatan yang diikuti mahasiswa S2 Pendidikan Dasar Umsida dalam program Student Mobility ke Universiti Malaya, Malaysia.
Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga ruang bagi mahasiswa untuk belajar secara langsung dalam lingkungan akademik internasional.
Mahasiswa memperoleh pengalaman bertemu, berdiskusi, dan berkolaborasi dengan peserta dari negara lain.
Enik menyampaikan bahwa salah satu bentuk lomba dalam Creativity Competition adalah pembuatan poster dengan memanfaatkan teknologi Artificial Intelligence atau AI.
Melalui lomba ini, mahasiswa ditantang untuk menggabungkan kreativitas, literasi digital, dan gagasan pendidikan global dalam sebuah karya visual.
Kompetisi tersebut menjadi relevan dengan kebutuhan pendidikan masa kini.
Mahasiswa tidak cukup hanya memahami teori pendidikan, tetapi juga perlu mampu memanfaatkan teknologi secara kreatif dan bertanggung jawab. Karena itu, keterlibatan mahasiswa Umsida dalam kegiatan internasional seperti ini menjadi bagian penting dari penguatan kualitas akademik dan daya saing global.
Poster AI Angkat Budaya Tiga Negara
Dalam kompetisi tersebut, Yanuar Kusumaningrum mengangkat konsep kemajuan teknologi AI yang dipadukan dengan simbol budaya dari negara-negara peserta.
Ia memasukkan prompt yang menampilkan ikon Indonesia, Malaysia, dan Filipina sebagai representasi keberagaman dalam kegiatan Madani Global Inbound Mobility.
Yanuar juga menyertakan unsur kebudayaan lokal dari masing-masing negara. Konsep ini dipilih untuk menunjukkan bahwa teknologi tidak harus menjauhkan manusia dari budaya.
Sebaliknya, teknologi dapat menjadi media untuk memperkenalkan identitas budaya secara lebih luas dan menarik.
Melalui poster tersebut, Yanuar ingin menyampaikan bahwa kegiatan internasional seperti ini menjadi wadah penting bagi mahasiswa untuk mengembangkan diri.
Tidak hanya dalam aspek akademik, tetapi juga dalam kemampuan berpikir kreatif, berkolaborasi, dan memahami perspektif global dalam dunia pendidikan.
Menurutnya, penggunaan AI dalam karya poster bukan sekadar mengikuti perkembangan teknologi, melainkan menjadi cara baru untuk menyampaikan pesan pendidikan.
Teknologi dapat membantu mahasiswa menuangkan gagasan secara visual, komunikatif, dan relevan dengan isu global.
Prestasi Jadi Motivasi Berkarya
Keberhasilan meraih Juara 1 menjadi capaian membanggakan bagi Yanuar dan Program Studi S2 Pendidikan Dasar Umsida.
Prestasi ini menunjukkan bahwa mahasiswa Umsida mampu bersaing di tingkat internasional melalui kreativitas, kemampuan akademik, dan pemanfaatan teknologi digital.
“Pencapaian ini tidak terlepas dari bimbingan para dosen di Umsida yang senantiasa memberikan motivasi kepada mahasiswa untuk terus mengembangkan potensi, baik di tingkat nasional maupun internasional. Selain itu, nilai-nilai Muhammadiyah tentang Islam yang berkemajuan juga menjadi landasan penting dalam perjalanan saya,” terang Yanuar.
Ia berharap keberhasilan ini dapat menjadi motivasi untuk terus berkarya dan berkontribusi dalam dunia pendidikan.
Baginya, pengalaman mengikuti kompetisi internasional memberikan pelajaran berharga tentang pentingnya keberanian mencoba, membuka diri terhadap perkembangan teknologi, dan membangun jejaring akademik lintas negara.
Prestasi ini juga menjadi bukti bahwa mahasiswa S2 Pendidikan Dasar Umsida memiliki peluang besar untuk berkembang di ruang global.
Dengan dukungan dosen, lingkungan akademik yang progresif, serta semangat Islam berkemajuan, mahasiswa diharapkan mampu terus menghadirkan karya yang bermanfaat bagi pendidikan dan masyarakat luas.
Penulis: Nabila Wulyandini


