dikdas.msida.ac.id – Layanan akademik menjadi salah satu aspek penting dalam menentukan kualitas tata kelola perguruan tinggi. Tidak hanya berkaitan dengan administrasi, layanan akademik juga berhubungan langsung dengan pengalaman mahasiswa selama menjalani proses studi.
Baca Juga: Dosen Dikdas Umsida Teliti Storytelling untuk Tanamkan Kejujuran Siswa SD
Hal tersebut menjadi fokus penelitian yang dilakukan oleh Andi Mardiana Paduppai dari Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida), bersama Nerru Pranuta Murnaka dan Mochamad Nashrullah. Penelitian ini mengkaji persepsi mahasiswa terhadap manajemen layanan akademik program studi serta implikasinya terhadap kepuasan mahasiswa.
Riset tersebut menegaskan bahwa mahasiswa sebagai pengguna utama layanan akademik memiliki peran penting dalam memberikan penilaian terhadap kualitas layanan yang diberikan oleh program studi. Melalui persepsi mahasiswa, perguruan tinggi dapat memperoleh gambaran empiris mengenai aspek layanan yang telah berjalan baik maupun bagian yang masih perlu diperkuat.
Layanan Akademik Bukan Sekadar Administrasi
Dalam penelitian ini, layanan akademik dipahami sebagai bagian penting dari manajemen pendidikan tinggi. Layanan tersebut mencakup perencanaan studi, pengelolaan administrasi akademik, bimbingan akademik, penyusunan jadwal kuliah, pengelolaan dokumen akademik, hingga evaluasi layanan.
Dengan cakupan tersebut, layanan akademik tidak dapat dilihat hanya sebagai aktivitas administratif. Layanan akademik menjadi bagian dari sistem pendukung yang berpengaruh terhadap kelancaran studi mahasiswa.
Manajemen layanan akademik yang baik akan membantu mahasiswa memperoleh informasi yang jelas, prosedur yang mudah dipahami, serta layanan yang responsif. Sebaliknya, layanan yang lambat, kurang terkoordinasi, atau tidak ditindaklanjuti dengan baik dapat memengaruhi kepuasan mahasiswa.
Karena itu, penelitian ini menempatkan program studi sebagai unit penting dalam penguatan mutu layanan akademik. Program studi menjadi ruang yang paling dekat dengan mahasiswa dalam memberikan layanan, informasi, dan pendampingan akademik.
Persepsi Mahasiswa Berada pada Kategori Cukup Baik
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif dan korelasional. Sebanyak 125 mahasiswa aktif menjadi responden karena mereka memiliki pengalaman langsung dalam mengakses layanan akademik.
Data dikumpulkan melalui kuesioner berbasis skala Likert. Beberapa aspek yang diukur meliputi perencanaan layanan akademik, pengorganisasian layanan akademik, pelaksanaan layanan akademik, pengawasan dan evaluasi layanan, serta kepuasan mahasiswa.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi mahasiswa terhadap manajemen layanan akademik secara umum berada dalam kategori cukup baik. Mahasiswa menilai bahwa layanan akademik telah berjalan dengan prosedur dan struktur yang cukup jelas.
Aspek pengorganisasian layanan akademik memperoleh penilaian positif paling tinggi. Hal ini menunjukkan bahwa mahasiswa melihat adanya pembagian tugas dan struktur layanan yang cukup jelas dalam pengelolaan akademik.
Namun, penelitian ini juga menemukan beberapa aspek yang masih perlu ditingkatkan. Catatan utama terdapat pada kecepatan layanan, koordinasi antarunit, serta tindak lanjut terhadap hasil evaluasi layanan akademik.
Pada aspek pengawasan dan evaluasi, masih terdapat mahasiswa yang menyatakan ragu. Kondisi ini menunjukkan bahwa mekanisme evaluasi layanan mungkin telah dilakukan, tetapi hasil dan tindak lanjutnya belum sepenuhnya terlihat atau dirasakan secara langsung oleh mahasiswa.
Perbaikan Layanan Perlu Berbasis Data
Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa kepuasan mahasiswa tidak cukup dibangun melalui keberadaan sistem layanan saja. Kualitas layanan juga ditentukan oleh konsistensi pelaksanaan, kecepatan respons, kejelasan informasi, serta kemampuan program studi dalam menindaklanjuti masukan mahasiswa.
Dalam konteks riset dan inovasi, penelitian ini memberikan kontribusi penting bagi pengembangan tata kelola akademik berbasis data. Persepsi mahasiswa dapat menjadi dasar evaluasi bagi perguruan tinggi untuk memperbaiki sistem layanan secara lebih terarah.
Inovasi layanan akademik tidak selalu harus dimulai dari teknologi yang rumit. Perbaikan dapat dilakukan melalui penguatan komunikasi, penyederhanaan prosedur, peningkatan koordinasi antarunit, serta tindak lanjut nyata terhadap hasil evaluasi mahasiswa.
Dengan demikian, layanan akademik perlu diposisikan sebagai bagian penting dari strategi peningkatan mutu perguruan tinggi. Ketika layanan akademik dikelola secara profesional, transparan, dan responsif, mahasiswa akan memperoleh pengalaman studi yang lebih baik.
Baca Juga: Dorong Kaderisasi Guru Pemimpin, Pascasarjana Umsida Jalin MoU-MoA dengan SD Luqman Al-Hakim Batam
Penelitian ini juga menegaskan bahwa evaluasi berbasis persepsi mahasiswa bukan bertujuan untuk mencari kelemahan institusi, melainkan menjadi bagian dari proses perbaikan berkelanjutan. Melalui data tersebut, program studi dapat menyusun langkah strategis untuk meningkatkan kepuasan mahasiswa dan memperkuat kualitas tata kelola akademik.
Sumber:
Paduppai, A. M., Murnaka, N. P., & Nashrullah, M. (2026). Students’ Perception of Academic Service Management of Study Programs and Its Implications on Student Satisfaction. Journal of Educational Studies, 4(1), 339–347.


